Motivasi Hari Ini- Rabu, 30 Mei 2012
Menguatkan Hati
1 Samuel 30:6
Dan Daud sangat terjepit, karena rakyat mengatakan hendak melempari dia
dengan batu. Seluruh rakyat itu telah pedih hati, masing-masing karena
anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya
kepada TUHAN, Allahnya.
Perhatikan ayat di atas, ayat tersebut
dimulai dengan menyatakan bahwa “Daud sangat terjepit”, saat itu mungkin
Daud kalut, tertekan dan juga bingung, tetapi pada akhir ayat itu
menyatakan bahwa Daud menguatkan kepercayaannya kepada TUHAN, Allahnya.
Merasa stress dan tertekan adalah hal yang manusiawi. Menangis dan
sedih adalah sesuatu yang wajar. Tidak ada salahnya mengungkapkan emosi
yang kita rasakan. Namun setelah itu, kita harus menguatkan kepercayaan
kita kepada Tuhan, seperti yang Daud lakukan.
Bagaimanakah
caranya menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan? Jika Anda baca
mazmur-mazmur yang ditulis Daud maka Anda akan menemukan dia
melakukannya dengan mengingat perbuatan Tuhan yang dasyat dan ajaib
dalam hidupnya.
Daud pasti mengingat bagaimana Tuhan melepaskannya dari singa dan beruang.
Daud pun pasti mengenang bagaimana Tuhan menyerahkan Goliat mati ditangannya.
Ia pun pasti masih mengingat dengan jelas bagaimana Tuhan menyelamatkannya dari tangan Saul yang mencoba membunuhnya.
Dengan mengingat semua itu, Daud bisa berkata, “Jika Tuhan menolong aku
dengan dasyat dan ajaib di masa lalu dan membawaku hingga ke titik ini,
masakan Ia tidak menolongku sekarang.” Jika Anda baca ayat selanjutnya,
Daud mengambil tindakan dengan bertanya kepada Tuhan untuk mengatasi
masalah yang sedang dihadapinya itu.
Badai kehidupan mungkin
membuat kita terpukul dan goyah, namun seperti Daud, kita harus
menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan dan terus berharap padanya
apapun kondisinya. Seperti Daud, mari kita ingat kembali karya Tuhan di
hidup kita di masa-masa yang telah lalu. Jika dulu Tuhan sanggup
menolong kita, hari ini pun Ia bisa melakukannya.
Sedih,
berduka, dan tertekan, itu adalah emosi yang wajar. Namun jangan larut
dalam kesedihan, arahkan kembali pandangan kita kepada Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar