perubahan yang pasti.
GKII TITI KUNING
akun anda
Terbaru
Jumat, 17 Januari 2014
Kamis, 07 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Buku
Berteman dengan Setan sejak kecil (James Danardono)
James
Danardono sudah menjalin komunikasi dengan roh halus sejak kecil.
Ketiadaan ayah yang sering pergi ke luar kota dan ibu yang kerap
sakit-sakitan membuat James kerap melamun. Di dalam kesendirian inilah,
ia berbicara dengan setan yang mendatanginya.
Tidak
hanya menemani mengobrol, makhluk kasat mata ini juga memberikan
bantuan ketika James sedang mengalami kesulitan dari teman-temannya.
Pada saat dikerjai oleh anak-anak sebayanya, “kawan”-nya ini pun turun
tangan membalas tindakan mereka.
Beranjak
remaja, James pindah ke luar kota bersama keluarga. Di lingkungan
barunya ini, ia bergaul karib dengan para preman. Oleh karena
kedekatannya itu, ia pun selalu ikut serta dalam keributan-keributan
dengan kelompok lain.
“Dan
itu seringkali, kami seringkali ribut, tawuran dan tidak sedikit yang
mati makanya dengan itu saya minta roh membantu saya dan rekan-rekan
saya. Selain melindungi kami, juga dapat membuat kami kebal saat ditebas
pedang dan benda-benda tajam lainnya,”
Berjalan
dengan waktu, setan menginginkan ‘hubungan yang lebih’ dengan James.
Dalam hubungan yang barunya, setan mau tinggal di diri James. Mendengar
hal ini, James pun menolak permintaan setan tersebut.
Namun
ternyata keputusannya ini hanya sebentar. Seiring dengan semakin
banyaknya musuh yang ia miliki, James akhirnya bersedia menerima tawaran
setan. Dengan kesadaran penuh, ia pun mau mengikuti sejumlah
ritual-ritual menyeramkan yang dipersyaratkan kepadanya.
Hanya
saja, belum setengahnya menjalani persyaratan, James sudah lari
tunggang langgang. Ia pergi dari tempat dimana ia akan melakukan ritual
karena ia merasakan ketakutan yang sangat.
Di
tengah keadaan seperti itu, James memanggil nama Tuhan Yesus. Ia bisa
melakukannya karena ia sempat diajarkan oleh sang kakak bahwa jika ia
takut akan setan, sebutlah nama Tuhan Yesus.
Singkat
kisah, James pun memutus hubungan dengan si setan. Akan tetapi,
keputusannya ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan.
Kehidupannya semenjak itu terus diteror oleh makhluk-makhluk halus.
Tidak
mendapatkan kedamaian di dalam rumahnya sendiri, James akhirnya
mengungsi sejenak ke tempat sang kakak. Berharap situasi akan berubah
ternyata itu salah besar. Situasi justru semakin buruk.
Bila dulu perasaan tidak nyaman hanya dirasakan oleh James, sejak kepindahannya itu sang kakak juga merasakannya.
Mengetahui
adanya ketidakberesan ini, sang kakak suatu hari menawarkannya untuk
didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Walaupun dari lubuk hati terdalam
enggan menyetujui, ia pun pada akhirnya mengiyakan juga.
“Udah,
akhirnya dipanggil juga hamba Tuhan. Pada saat hamba Tuhan itu ketemu
saya, ia langsung nembak, ‘Udah ngaku aja ilmu apa yang kamu pelajari?’
Mendengar itu saya pun langsung emosi dan memintanya langsung
mendoakan saya”
“Ketika
ia mulai mengangkat tangannya, saya tidak tahu mengapa seperti ada
tangan yang besar yang mendorong saya ke bawah. Saya pun mulai
melawannya dan membacakan mantra. Tetapi saat hendak mengucapkannya,
mulut saya tidak bisa ngapain-ngapain”
Segala
usaha penolakan yang dilakukan oleh James seperti sia-sia saat itu.
Tubuhnya bahkan tiba-tiba menjadi kaku. Tidak lama sesudah itu, setan
yang berdiam di tubuhnya pun keluar.
Kedamaian
melingkupi James. Pencarian akan penerimaan dan kasih pun ikut
berakhir saat ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat
pribadinya pada hari itu.
Kini,
James hidup bahagia. Bersama dengan orang-orang yang ia cintai, ia
menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.
Langganan:
Postingan (Atom)
000.gif)