Terbaru

Jumat, 01 Juni 2012

video


video


Video


Buku

Berteman dengan Setan sejak kecil (James Danardono)

James Danardono sudah menjalin komunikasi dengan roh halus sejak kecil. Ketiadaan ayah yang sering pergi ke luar kota dan ibu yang kerap sakit-sakitan membuat James kerap melamun. Di dalam kesendirian inilah, ia berbicara dengan setan yang mendatanginya.
Tidak hanya menemani mengobrol, makhluk kasat mata ini juga memberikan bantuan ketika James sedang mengalami kesulitan dari teman-temannya. Pada saat dikerjai oleh anak-anak sebayanya, “kawan”-nya ini pun turun tangan membalas tindakan mereka.
Beranjak remaja, James pindah ke luar kota bersama keluarga. Di lingkungan barunya ini, ia bergaul karib dengan para preman. Oleh karena kedekatannya itu, ia pun selalu ikut serta dalam keributan-keributan dengan kelompok lain.
“Dan itu seringkali, kami seringkali ribut, tawuran dan tidak sedikit yang mati makanya dengan itu saya minta roh membantu saya dan rekan-rekan saya. Selain melindungi kami, juga dapat membuat kami kebal saat ditebas pedang dan benda-benda tajam lainnya,”
Berjalan dengan waktu, setan menginginkan ‘hubungan yang lebih’ dengan James. Dalam hubungan yang barunya, setan mau tinggal di diri James. Mendengar hal ini, James pun menolak permintaan setan tersebut.
Namun ternyata keputusannya ini hanya sebentar. Seiring dengan semakin banyaknya musuh yang ia miliki, James akhirnya bersedia menerima tawaran setan. Dengan kesadaran penuh, ia pun mau mengikuti sejumlah ritual-ritual menyeramkan yang dipersyaratkan kepadanya.
Hanya saja, belum setengahnya menjalani persyaratan, James sudah lari tunggang langgang. Ia pergi dari tempat dimana ia akan melakukan ritual karena ia merasakan ketakutan yang sangat.
Di tengah keadaan seperti itu, James memanggil nama Tuhan Yesus. Ia bisa melakukannya karena ia sempat diajarkan oleh sang kakak bahwa jika ia takut akan setan, sebutlah nama Tuhan Yesus.
Singkat kisah, James pun memutus hubungan dengan si setan. Akan tetapi, keputusannya ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kehidupannya semenjak itu terus diteror oleh makhluk-makhluk halus.
Tidak mendapatkan kedamaian di dalam rumahnya sendiri, James akhirnya mengungsi sejenak ke tempat sang kakak. Berharap situasi akan berubah ternyata itu salah besar. Situasi justru semakin buruk.
Bila dulu perasaan tidak nyaman hanya dirasakan oleh James, sejak kepindahannya itu sang kakak juga merasakannya.
Mengetahui adanya ketidakberesan ini, sang kakak suatu hari menawarkannya untuk didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Walaupun dari lubuk hati terdalam enggan menyetujui, ia pun pada akhirnya mengiyakan juga.
“Udah, akhirnya dipanggil juga hamba Tuhan. Pada saat hamba Tuhan itu ketemu saya, ia langsung nembak, ‘Udah ngaku aja ilmu apa yang kamu pelajari?’ Mendengar itu saya pun langsung emosi dan memintanya langsung mendoakan saya”
“Ketika ia mulai mengangkat tangannya, saya tidak tahu mengapa seperti ada tangan yang besar yang mendorong saya ke bawah. Saya pun mulai melawannya dan membacakan mantra. Tetapi saat hendak mengucapkannya, mulut saya tidak bisa ngapain-ngapain”
Segala usaha penolakan yang dilakukan oleh James seperti sia-sia saat itu. Tubuhnya bahkan tiba-tiba menjadi kaku. Tidak lama sesudah itu, setan yang berdiam di tubuhnya pun keluar.
Kedamaian melingkupi James. Pencarian akan penerimaan dan kasih pun ikut berakhir saat ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya pada hari itu.
Kini, James hidup bahagia. Bersama dengan orang-orang yang ia cintai, ia menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.

video


Buku

BLOG AKHIR ZAMAN - Kebenaran Sejati, Kesaksian Nyata, Rahasia ilahi, Nubuat, Kehidupan Kekal.

Sunday, May 13, 2012

Bebas dari ikatan kuasa Gelap (Herman Saputro)

    Sejak kecil, Herman sudah berhubungan dengan hal-hal gaib karena orangtuanya yang mengajak ke tempat-tempat seperti itu. “Saat itu saya berpikir bahwa yang memberikan rejeki dan kesehatan, itu dari kuasa gelap.” Herman memulai kisahnya. “Tapi saya tidak mengerti Tuhan itu yang mana.” katanya lagi. Sampai akhirnya, kejadian yang menakutkan dialaminya.

Suatu malam, ketika dia masih kecil, dia terbangun dari tidurnya dan waktu membuka lemari pakaian yang ada di kamarnya. Ternyata di sana, dia melihat ada kepala yang terpotong. Meskipun kaget, karena masih kecil hal itu dianggapnya hanya sebagai mimpi belaka. Tapi bagaimanapun juga, dia menyadari bahwa dia melihat sesuatu yang menakutkan, dia sampai susah tidur.
Herman mengira bahwa peristiwa menakutkan itu akan hilang begitu saja, tapi ternyata semakin dewasa kejadian itu makin menakutkan. Ada kejadian-kejadian yang membuat hidupnya makin tersiksa. Ketika dirinya beranjak remaja, saat sedang tidur seringkali Herman mendengar suara-suara di telinganya. Kadang-kadang badannya seperti disentuh, bahkan sampai selimutnya ditarik.
Tak hanya di rumah, di tempat lain dimanapun dia tidur, dia mengalami hal yang sama. Bahkan kali ini lebih parah lagi. Ada nenek-nenek yang mencoba mencekiknya. Cekikan nenek itu didorong-dorongnya dengan kuat, sambil mendorong sambil menjerit juga. Sampai akhirnya terlepas juga. Saat itu juga, dia tidak bisa tidur lagi.
Gangguan-gangguan makhluk gaib itu, membuatnya memanggil dukun berikut timnya. Ada tumpeng, kemenyan, air garam sebagai alat pengusir setan. “Satu dua hari hilang setannya, tapi setelah itu tambah berat lagi siksaannya,” kisah Herman tentang hari itu. Padahal boleh dibilang, dukun yang dipanggilnya merupakan dukun yang kuat. Setan-setan itu lebih kuat lagi menariknya, seolah-olah menyuruhnya untuk menyembah mereka.
Segala cara mereka lakukan. Akibatnya, hal ini juga berdampak pada keluarga Herman. Ayah dan ibunya seringkali bertengkar sehingga ketentraman dalam rumah tangga itu sudah tidak ada lagi. Hal ini pun memberi dampak kepada Herman, yaitu dia menjadi orang yang mudah sekali naik darah. Meskipun beberapa kali dikeroyok dan babak belur, tapi kalau ada orang yang menghalangi jalannya, dia akan mengajak mereka berantem.
Sampai suatu hari, nyawa seseorang jadi korban. Hari itu, dia menggoda seorang perempuan yang lewat, ternyata perempuan itu mengadu kepada pacarnya. Sang pacar bersama beberapa orang langsung saja menghampiri tempat kostnya. Kebetulan saat itu, adik kembar Herman ada di sana. Mereka pikir, adiknyalah yang menggoda wanita itu. Akhirnya, mereka pun mulai memukuli adik Herman tersebut. Mereka bertengkar hebat. Karena gelap mata, Herman menusuk salah seorang penyerangnya dan kena pinggangnya. Akibat hal itu, Herman ditahan polisi. Namun, semuanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan, akhirnya Herman bebas.
Semua kejadian itu, tidak membuat Herman bertobat tapi sebaliknya. Dia terjerumus dalam sebuah pergaulan yang akan membawanya lebih dalam lagi. “Kalau lelaki itu, kata orang harus kenal perempuan, kenal rokok, kenal perempuan, kenal dugem-dugem. Itu baru laki-laki,” kutip Herman tentang perkataan orang lain terhadapnya.
Entah mengapa, hal-hal itu makin membuatnya gelisah. Ingin cepat membunuh orang dan juga ingin cepat mati. “Tidak ada damai, kosong… yang saya rasakan begitu. Tidak ada pengharapan, tidak ada sukacita bahkan panas hati..” itulah perasaannya waktu itu dia bertemu dengan temannya suatu hari dan temannya bilang untuk percaya kepada Tuhan. Lalu, mulailah temannya ini mengenalkan dia kepada saudaranya yang memimpin kelompok rohani. Mereka sama-sama bertemu dan berdoa di rumah Herman. “Kelompok rohani ini menyarankan kepada saya untuk menerima Tuhan Yesus. Saya langsung jawab ‘iya’ karena saya sendiri memang butuh kekuatan.”
Akhirnya Herman mengaku sebagai orang berdosa dan minta ampun. Mereka sama-sama berdoa dan Herman menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Setelah pengalaman itu, sepertinya beban dosa terlepas dalam hidup Herman. “Ternyata satu-satunya yang selama ini saya cari dimana-mana, dengan kesenangan-kesenangan dunia tidak bisa memuaskan, satu-satunya saya dapat hanya Yesus Kristus, yang sangat…sangat memuaskan, memberikan sukacita, memberikan pengharapan, yang sudah memberikan pengampunan kepada saya…” kata Herman sambil menahan haru karena pengorbanan Yesus kepadanya.
Tidak hanya itu, ketika dia berbalik arah dan menerima Yesus, roh-roh jahat tidak lagi mengganggunya. Justru dia bisa mengusir setan, menengking setan dan hidupnya benar-benar merasakan damai sejahtera dan sukacita. Dia dapat memaknai hidup ini lebih bijaksana.
“Saya kenal Pak Herman sejak dari muda sekali. Saya tahu dia pergaulannya yang tidak baik, dan dia orang yang mudah emosi sekali. Dia cepat sekali tersinggung, cepat sekali marah dan suka berkelahi. Berjalannya waktu, dia sangat berubah. Dengan kata-katanya yang baik dan begitu mencintai Tuhan Yesus,” saksi teman Herman, Herbert.
“Bagi saya Tuhan Yesus adalah pembebas, pelepas, pemuas, penyelemat penebus, pemberi damai dan sukacita di dalam hidup saya. Bagi saya itu Yesus.”

White Magic untuk mengobati orang itu ya dari setan juga (Lastri Tampubolon)

        Sejak usia lima tahun, Lastri Tampubolon telah melihat hantu dan setan yang sangat banyak. Hal itu membuatnya ketakutan. Roh jahat itu meneror hampir setiap malamnya. Akibat terganggu atas hal tersebut, tak jarang sang ayah sering bertindak kasar terhadapnya. Hal ini yang membuatnya menjadi pribadi yang kasar.
      
Suatu hari lastri mengalami gangguan selama satu minggu layaknya orang yang kerasukan. Hal ini membuat keluarganya memanggil seorang dukun. Namun pernyataan seorang dukun itu sungguh tidak masuk akal. Menurutnya Lastri tidak perlu diobati karena Lastri akan menjadi seorang dukun yang hebat. Karena menurut sang dukun itu, terdapat banyak roh halus didalam jiwa Lastri. Orangtua Lastri pun percaya akan hal itu karena faktor ketidaktegaan terhadap penderitaan yang dialami anaknya.
Kejadian itu belum usai. Suatu malam Lastri mengaku kemasukan roh dari nenek moyangnya. Hidupnya seketika berubah. “Ada kekuatan yang luar biasa, saya jadi suka untuk mengobati yang sakit. Dan saya digerakan oleh roh itu, untuk mengobati.” Karena hal ini, desanya pun gempar akan ketenarannya mengobati warga. Hal ini membuat sang ayahnya yang terpandang di desa itu melaranga untuk membuka praktek pengobatan itu.
Ketika tak berapa lama sang ayah meninggal, Lastri pun bertambah kuat ilmu dan membuka praktek pengobantannya. Adakalanya dirinya dapat terbang dan mengambil roh orang lain untuk digunakan memuaskan nafsunya. Namun hanya orang yang hidup didalam Tuhanlah yang tidak mampu diganggunya. Adakalanya dirinya merasa terganggu dengan masa depannya ketika melihat teman-teman lainnya telah sukses dalam usaha, telah berumah tangga dan mencapai taraf hidup yang memuaskan. Dikala kekuatannya bertambah, namun kekhawatiran akan masa depan, terus menghantuinya.
Hingga suatu ketika dirinya berteriak disebuah kebunnya untuk mempertanyakan hadirat Tuhan. Lastri merasa ada suara yang menyuruhnya untuk memilih dua jalan, jalan kanan untuk menjadi dukun yang besar dengan konsekuensi menjadi gila, dan jalan kiri untuk mengikut Tuhan. Hal itu membuatnya meminta saran kepada salah satu karibnya. Karibnya pun menghendaki dirinya untuk tidak memilih suara menjadi dukun namun mendoakan yang terbaik baginya.
 Lastri pun memohon kepada Tuhan, agar didatangkan hamba Tuhan untuk membantunya berdiskusi dan mengenal Firman Tuhan. Ketika beberapa hamba Tuhan berdoa untuknya, Lastri pun mulai bermanifestasi. Seketika itupula dirinya melihat ada roh ular, roh babi dan roh orang mati yang membuatnya ketakutan saat ini.
Ketika roh itu keluar, Lastri merasa bebannya terangkat dan dirinya merasa kelegaan dan kelepasan. “dan disitulah saya bertobat, dan saya terima Tuhan Yesus, jadi Tuhanlah Juruselamat saya.” Ungkapnya.
Setelah mengalami pemulihan, dirinya berangkat ke Jakarta. Disanalah dirinya bertumbuh didalam Tuhan Yesus dan meninggalkan perdukunan. “Iblis atau roh perdukunan itu hanya menjatuhkan dan membodohi saya. Yesus baik telah mengubahkan kehidupan saya, telah menyembuhkan saya, telah melepaskan saya.”

Buku

Bebas dari ikatan kuasa Gelap (Herman Saputro)

    Sejak kecil, Herman sudah berhubungan dengan hal-hal gaib karena orangtuanya yang mengajak ke tempat-tempat seperti itu. “Saat itu saya berpikir bahwa yang memberikan rejeki dan kesehatan, itu dari kuasa gelap.” Herman memulai kisahnya. “Tapi saya tidak mengerti Tuhan itu yang mana.” katanya lagi. Sampai akhirnya, kejadian yang menakutkan dialaminya.

Suatu malam, ketika dia masih kecil, dia terbangun dari tidurnya dan waktu membuka lemari pakaian yang ada di kamarnya. Ternyata di sana, dia melihat ada kepala yang terpotong. Meskipun kaget, karena masih kecil hal itu dianggapnya hanya sebagai mimpi belaka. Tapi bagaimanapun juga, dia menyadari bahwa dia melihat sesuatu yang menakutkan, dia sampai susah tidur.
Herman mengira bahwa peristiwa menakutkan itu akan hilang begitu saja, tapi ternyata semakin dewasa kejadian itu makin menakutkan. Ada kejadian-kejadian yang membuat hidupnya makin tersiksa. Ketika dirinya beranjak remaja, saat sedang tidur seringkali Herman mendengar suara-suara di telinganya. Kadang-kadang badannya seperti disentuh, bahkan sampai selimutnya ditarik.
Tak hanya di rumah, di tempat lain dimanapun dia tidur, dia mengalami hal yang sama. Bahkan kali ini lebih parah lagi. Ada nenek-nenek yang mencoba mencekiknya. Cekikan nenek itu didorong-dorongnya dengan kuat, sambil mendorong sambil menjerit juga. Sampai akhirnya terlepas juga. Saat itu juga, dia tidak bisa tidur lagi.
Gangguan-gangguan makhluk gaib itu, membuatnya memanggil dukun berikut timnya. Ada tumpeng, kemenyan, air garam sebagai alat pengusir setan. “Satu dua hari hilang setannya, tapi setelah itu tambah berat lagi siksaannya,” kisah Herman tentang hari itu. Padahal boleh dibilang, dukun yang dipanggilnya merupakan dukun yang kuat. Setan-setan itu lebih kuat lagi menariknya, seolah-olah menyuruhnya untuk menyembah mereka.
Segala cara mereka lakukan. Akibatnya, hal ini juga berdampak pada keluarga Herman. Ayah dan ibunya seringkali bertengkar sehingga ketentraman dalam rumah tangga itu sudah tidak ada lagi. Hal ini pun memberi dampak kepada Herman, yaitu dia menjadi orang yang mudah sekali naik darah. Meskipun beberapa kali dikeroyok dan babak belur, tapi kalau ada orang yang menghalangi jalannya, dia akan mengajak mereka berantem.
Sampai suatu hari, nyawa seseorang jadi korban. Hari itu, dia menggoda seorang perempuan yang lewat, ternyata perempuan itu mengadu kepada pacarnya. Sang pacar bersama beberapa orang langsung saja menghampiri tempat kostnya. Kebetulan saat itu, adik kembar Herman ada di sana. Mereka pikir, adiknyalah yang menggoda wanita itu. Akhirnya, mereka pun mulai memukuli adik Herman tersebut. Mereka bertengkar hebat. Karena gelap mata, Herman menusuk salah seorang penyerangnya dan kena pinggangnya. Akibat hal itu, Herman ditahan polisi. Namun, semuanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan, akhirnya Herman bebas.
Semua kejadian itu, tidak membuat Herman bertobat tapi sebaliknya. Dia terjerumus dalam sebuah pergaulan yang akan membawanya lebih dalam lagi. “Kalau lelaki itu, kata orang harus kenal perempuan, kenal rokok, kenal perempuan, kenal dugem-dugem. Itu baru laki-laki,” kutip Herman tentang perkataan orang lain terhadapnya.
Entah mengapa, hal-hal itu makin membuatnya gelisah. Ingin cepat membunuh orang dan juga ingin cepat mati. “Tidak ada damai, kosong… yang saya rasakan begitu. Tidak ada pengharapan, tidak ada sukacita bahkan panas hati..” itulah perasaannya waktu itu dia bertemu dengan temannya suatu hari dan temannya bilang untuk percaya kepada Tuhan. Lalu, mulailah temannya ini mengenalkan dia kepada saudaranya yang memimpin kelompok rohani. Mereka sama-sama bertemu dan berdoa di rumah Herman. “Kelompok rohani ini menyarankan kepada saya untuk menerima Tuhan Yesus. Saya langsung jawab ‘iya’ karena saya sendiri memang butuh kekuatan.”
Akhirnya Herman mengaku sebagai orang berdosa dan minta ampun. Mereka sama-sama berdoa dan Herman menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Setelah pengalaman itu, sepertinya beban dosa terlepas dalam hidup Herman. “Ternyata satu-satunya yang selama ini saya cari dimana-mana, dengan kesenangan-kesenangan dunia tidak bisa memuaskan, satu-satunya saya dapat hanya Yesus Kristus, yang sangat…sangat memuaskan, memberikan sukacita, memberikan pengharapan, yang sudah memberikan pengampunan kepada saya…” kata Herman sambil menahan haru karena pengorbanan Yesus kepadanya.
Tidak hanya itu, ketika dia berbalik arah dan menerima Yesus, roh-roh jahat tidak lagi mengganggunya. Justru dia bisa mengusir setan, menengking setan dan hidupnya benar-benar merasakan damai sejahtera dan sukacita. Dia dapat memaknai hidup ini lebih bijaksana.
“Saya kenal Pak Herman sejak dari muda sekali. Saya tahu dia pergaulannya yang tidak baik, dan dia orang yang mudah emosi sekali. Dia cepat sekali tersinggung, cepat sekali marah dan suka berkelahi. Berjalannya waktu, dia sangat berubah. Dengan kata-katanya yang baik dan begitu mencintai Tuhan Yesus,” saksi teman Herman, Herbert.
“Bagi saya Tuhan Yesus adalah pembebas, pelepas, pemuas, penyelemat penebus, pemberi damai dan sukacita di dalam hidup saya. Bagi saya itu Yesus.”

Alkitab

YOHANES 3:16 (JOHN 3:16)

Injil Yohanes 3 / John 3

(Indonesia)
16
. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

(English)
16. For God so greatly loved and dearly prized the world that He [even] gave up His only begotten (unique) Son, so that whoever believes in (trusts in, clings to, relies on) Him shall not perish (come to destruction, be lost) but have eternal (everlasting) life.


(Arabic)
16. لأَنَّهُ هكَذَا أَحَبَّ اللهُ الْعَالَمَ حَتَّى بَذَلَ ابْنَهُ الْوَحِيدَ، لِكَيْ لاَ يَهْلِكَ كُلُّ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ، بَلْ تَكُونُ لَهُ الْحَيَاةُ الأَبَدِيَّةُ

(Rusia/русский)
16. Ибо так возлюбил Бог мир, что отдал Сына Своего Единородного, дабы всякий верующий в Него, не погиб, но имел жизнь вечную.
(Português)
16. Porque Deus amou o mundo de tal maneira que deu o seu Filho unigênito, para que todo aquele que nele crê não pereça, mas tenha a vida eterna.

(
español / castellano)
16. Porque de tal manera amó Dios al mundo, que dio a su Hijo unigénito, para que todo aquel que cree en El, no se pierda, mas tenga vida eterna.

(
le français / la langue française)16. Oui, Dieu a tant aimé le monde qu'il a donné son Fils, son unique, pour que tous ceux qui placent leur confiance en lui échappent à la perdition et qu'ils aient la vie éternelle.

(Nederlands)
16. Want God heeft zoveel liefde voor de wereld, dat Hij Zijn enige Zoon heeft gegeven; zodat ieder die in Hem gelooft, niet verloren gaat maar eeuwig leven heeft.

(Dansk)
16. Thi således elskede Gud Verden, at han gav sin Søn den enbårne, for at hver den, som tror på ham, ikke skal fortabes, men have et evigt Liv.

(Italiano)
16 Perché Dio ha tanto amato il mondo da dare il suo unico Figlio, affinché chiunque crede in lui non perisca, ma abbia vita eterna.
(íslenska)
16. Því svo elskaði Guð heiminn, að hann gaf son sinn eingetinn, til þess að hver sem á hann trúir glatist ekki, heldur hafi eilíft líf.

video


Buku

Muslimah Masuk Kristen (Kesaksian Nur Laila)

Nama saya Nur Laila. Saya adalah seorang Muslimah yang telah mengikut dan mentaati segala-gala yang telah diajari oleh ibu-bapa saya, terutamanya dalam hal-hal iman dan keislaman. Tetapi walaupun begitu, semakin saya lebih membesar, hati dan jiwa saya masih kekosongan sahaja walaupun saya telah mencari jawapan soalan-soalan kehidupan dari agama Islam serta ajaran-ajarannya.
Pada satu hari, saya telah terjumpa dengan jawapan serta penyelesaian kepada segala keruncingan dan keresahan rohani di dalam jiwa dan hati saya. Sejak waktu itu, saya telah dapat mengenalNya lebih mendalam lagi, hari demi hari.
Saya dilahirkan dalam keluarga Islam. Ibu dan bapa saya adalah pengikut Islam yang cukup warak dan bertakwa. Datuk saya telah mengajar saya mengaji al-Quran sejak saya berumur empat tahun sampai saya mencecah tujuh tahun. Sebagai seorang Muslimah yang bertaqwa, saya menunaikan ibadat solat saya lima kali sehari dan telaah pengajian Islam dari jam 6 petang sampai 8.30 malam setiap hari Sabtu ke Khamis.
Sesudah selesainya pembelajaran di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) di mana saya telah belajar pendidikan biasa dan juga pendidikan Islam. Saya telah mempelajari begitu banyak tentang agama Islam, serta mendalami ilmu-ilmunya dengan cukup mantap, walau pun begitu, Islam tidak mampu menenangkan jiwa saya atau menghasilkan kehidupan yang bermakna atau pun menjadi panduan hidup bagi saya secara serius. Keadaan dalam hati dan jiwa saya masih lagi kosong dan gelisah sahaja dan saya tidak pernah menikmati apa yang difahami sebagai kasih-sayang Tuhan Allah agama Islam itu!
Setelah mendalami telahaan dan pengajian agama Islam, saya dapati bahawa seolah-olah kasih-sayang Allah itu bukanlah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau kesayangan yang sesungguhnya. Lebih-lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam adalah amat terbatas dan bersyarat sekali; saya terpaksa melakukan segala macam hal dan peraturan supaya saya melayakkan diri untuk dapat mengalami kasih-sayang-Nya, yaitu 'irrahman dan arrahim-Nya'! Saya tidak menimbulkan soalan-soalan seperti ini kepada orangtua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu adalah 'dosa besar'!
Pada suatu hari, sesudah saya menunaikan ibadah solat saya kepada Allah, saya telah menangis dan rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tidak dapat mengenal atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Tidak lama kemudian, saya telah membuka radio saya dan kebetulan sekali, tepat pada saat itu merupakan siaran steyen radio Kristian. Seorang wanita Kristian sedang membaca daripada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi :
'Sayidina Isa berkata: "Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu."'
Saya telah berfikir pada diri saya : "Siapakah Sayidina Isa ini, yang mampu dan sanggup menganugerahkan kelegaan kepada umat manusia yang berbeban berat? Saya masih ingat mengatakan kepadaNya, "Kalau Engkau sungguhnya Ilahi, dan Sayidina Isa yang sebenarnya telah menyatakan seperti itu, tolonglah, biarlah saya mengenal Engkau!"
Pada Tahun Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh teman-teman saya. Kebanyakan mereka di situ adalah orang beragama Kristian. Saya telah mendengar cerita tentang Sayidina Isa Al-Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik telah menarik perhatian saya, yakni: "Sayidina Isa mengasihi anda." Saya teringat pada masa yang lalu, di mana pencarian saya bagi kebenaran kasih-sayang Allah swt adalah hampa sahaja. Jadi pada saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah Sayidina Isa itu sebenarnya kerana jika Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya akan menjadi pengikutNya yang setia! Oleh sebab itulah, saya telah berkata kepada Sayidina Isa : "Sayidina Isa Al-Masih, jika sesungguhnya Engkau ilahi, dan mengasihi saya, izinkanlah saya mengenal Engkau!"
Dua malam kemudian, sambil tidur saya telah bermimpi. Mimpi saya itu tampakkan satu cahaya yang sangat indah di depan pintu rumah saya! Saya ingin menjamah cahaya itu, tetapi kaki saya tersangkut kepada lantai pula! Pada waktu yang sama, terdengar suara ibu saya :"Jangan mendekati cahaya itu." Saya telah terjaga dengan tiba-tiba dalam keadaan berpeluh. Saya kurang faham apakah maksud cahaya indah itu dan menceritakannya kepada teman Kristian saya tentang mimpi saya dan dia menjelaskan bahawa saya harus menelaah Kitab Injil untuk mendapati jawapannya. Dan jawapannya terdapat di dalam nas Injil, Yahya fasal ayat 5:
"Selagi Aku ada di dunia ini, AKULAH TERANG DUNIA."
Begitulah bunyinya kata-kata Sayidina Isa dan sesungguhnya Baginda adalah terang dunia. Saya menginsafi pada saat itu juga Baginda inginkan saya sedar dan mengakui bahawa Dialah satu-satunya Terang Dunia dan saya harus mengikuti jalan Baginda! Sejak mimpi saya itu, saya telah membaca, mengkaji dan menelaah kitab Perjanjian Baru dalam Kitab Suci Injil pada setiap hari. Semakin saya mendalami ilmu pengetahuan saya dalam Sayidina Isa Al-Masih dan menginsafi siapakah Baginda sebenarnya, semakin jelas sekali bahwa konsep Isa Al-Masih di dalam Islam dan al-Quran amatlah dangkal sekali!
Saya telah menyerahkan segala jiwa dan kehidupan saya ke dalam genggaman Sayidina Isa! Saya juga telah khuatir akan perhubungan saya dengan keluarga saya kerana mereka adalah Muslim; dan saya, sebagai seorang pengikut Sayidina Rabbani isa Al-Masih mungkin akan menganiayai saya. Walau bagaimanapun, Tuhan Allah telah memberkati hikmat-Nya kepada saya untuk bertahan segala macam rintangan dan cabaran. Jikalau iman saya tidak tabah, keluarga saya tidak akan dapat mengenali Tuhan dan Allah yang sebenar. .
Kemudian, Tuhan menganugerahkan saya mimpi-mimpi yang telah menjadi nyata! Walau pun bahasa ibunda saya bahasa Melayu, saya juga fasih dalam bahasa Thai. Satu daripada mimpi tersebut melibatkan keluarga sahabat saya yang mana ibu-bapanya mempelajari bahasa Thai daripada saya. Di dalam mimpi saya itu, mereka berada di atas sebuah bukit dan keadaan di sana sangatlah kering. Mereka kelihatan sangat letih dan tiba-tiba anak lelaki bongsu mereka telah jatuh tergelincir ke dalam lembah di bawah bukit itu. Mereka sangat gelisah tentang anak mereka itu dan menangis bersedu-sedu kerana keadaannya. Pada saat itu, saya pun telah tiba-tiba terjaga dari tidur dan sedari bahawa Tuhan Allah inginkan saya mendoakan bagi keselamatan keluarga di dalam mimpi saya itu. Dua hari kemudian, seorang teman memberitahu saya bahwa keluarga ini sedang berada di dalam hospital dan anak lelaki bongsu mereka juga dimasuki ke hospital dalam keadaan yang serius.
Syukur Alhamdulillah! Setelah saya mendoakan untuk mereka serta untuk pemulihan mereka sekeluarga, di dalam nama Sayidina Isa Al-Masih, mereka semua telah sembuh dan kesihatan mereka sudah pulih kembali seperti biasa 100 peratus! Mimpi-mimpi dari Allah seperti inilah telah menolong saya mengukuhkan iman saya di dalam Allah serta di dalam Jalan-Nya yang benar - yakni Sayidina Rabbani Isa sendiri, yang telah menyatakan :
"Akulah JALAN, KEBENARAN dan HIDUP. Tidak seorang pun datang kepada Tuhan Allah kecuali melalui Aku."
Yahya 14 ayat 6.
Dua tahun kemudian sesudah peristiwa mimpi tersebut, saya telah memeluk ajaran Injil serta menerima Sayidina Isa Al-Masih sebagai penebus dosa saya dan juga sebagai Rabbi dan Tuhan saya sendiri! Saya juga telah menjelaskan kepada ibu saya sebab-sebab mengapa saya membuat keputusan tersebut. Seperti biasa, dia menganggap bahwa saya melakukan sesuatu yang 'kurang bijak', akan tetapi, saya memberitahukan kepadanya bahawa saya telah mengenal Tuhan Allah yang sesungguhnya hakiki dan benar. Orangtua saya kurang senang dengan keputusan saya untuk menjadi seorang pengikut Sayidina Isa Al-Masih. Inilah reaksi yang lazim bagi ramai umat Islam khasnya apabila mereka cuba menangani orang Islam yang telah menolak ajaran Islam dan ingin menjadi pengikut Sayidina Isa yang sejati walaupun atas sebab-sebab yang cukup wajar! Walaupun begitu, sebagai seorang yang sudah dewasa, mereka sedar bahwa keputusan saya ini harus dihormati oleh semua phak.Saya telah pun serahkan keluarga saya yang tersayang ke dalam tangan Allah swt, dan saya yakin mereka juga akan menginsafi siapakah Tuhan Allah yang sebenarnya serta memeluknya dengan sebulat hati.

video


video


Pantun

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal,
Siapkan bekal menjelang wafat.
Turutlah Nabi siapkan bekal,
Dengan sebar ilmu manfaat.

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Buku

“Saya memiliki tiga harta. Jaga dan peliharalah: cinta yang dalam, kesederhanaan, ketidakberanian memenangkan dunia. Dengan cinta yang dalam, seseorang akan jadi pemberani. Dengan kesederhanaan, seseorang akan menjadi dermawan. Dengan ketidakberanian memenangkan dunia, seseorang akan menjadi pemimpin dunia” (Lao-tzu, Filsuf China)

“Anda harus melakukan sesuatu yang Anda pikir tak akan bisa Anda lakukan” (Eleanor Roosevelt, mantan Ibu Negara AS)

“Keyakinan merupakan suatu pengetahuan di dalam hati, jauh tak terjangkau oleh bukti” (Kahlil Gibran, Pujangga)

“Orang yang terlalu sibuk sangat jarang bisa mengubah pendapatnya” (Friedrich Nitezche (1844-1900), filsuf Jerman)

“Rasa bahagia dan tak bahagia bukan berasal dari apa yang Anda miliki, bukan pula berasal dari siapa diri Anda, atau apa yang Anda kerjakan. Bahagia dan tak bahagia berasal dari pikiran Anda” Dale Carnegie (1888–1955), Pakar Motivasi-Penulis AS

“Sakit dalam perjuangan itu hanya sementara. Bisa jadi Anda rasakan dalam semenit, sejam, sehari, atau setahun. Namun jika menyerah, rasa sakit itu akan terasa selamanya”
(Lance Armstrong, Mantan Atlet Balap Sepeda AS)

“Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai” (JRR Tolkien, penulis Novel The Lord of the Rings)

Sedikit orang kaya yang memiliki harta. Kebanyakan harta yang memiliki mereka –Robert G. Ingersoll

Kata-Kata Mutiara

Setiap saat dalam hidupmu adalah ibarat gambar yang belum pernah terlihat, dan gambar yang tidak akan pernah terlihat lagi. Jadi, nikmati hidupmu dan jadikan setiap momen menjadi indah.

Jangan merusak apa yang kau miliki sekarang dengan mengejar sesuatu yang tidak mungkin kau miliki. Sebab, apa yang ada padamu saat ini bisa jadi merupakan salah satu dari banyak hal yang paling kau impikan.

Jika kamu berdoa, jangan meminta kehidupan yang mudah, tetapi mintalah kepada tuhan untuk menjadikanmu pribadi yang kuat.

Hidup itu seperti mengendaradi sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, sepeda harus terus berjalan. Demikian pula hidup ini.

Rayakanlah setiap hari dalam hidupmu karena sesungguhnya hari esok akan datang sangat cepat.

Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup sebab pendidikan yang sesungguhnya adalah kehidupan itu sendiri.

Tidak ada hal yang lebih lembut dari kekuatan, dan tidak ada hal yang lebih kuat dari kelembutan.

video


video


KKR bulan ini



video